Adab Utang Piutang Dalam Islam

Adab Utang Piutang Dalam Islam

Utang piutang merupakan aktifitas yang kemungkinan tidak bisa dihindari dalam kehidupan banyak orang saat ini. Agama kita membolehkan adanya aktifitas utang-piutang, namun ada adab utang piutang dalam Islam yang sudah diatur.

Adab utang piutang dalam Islam mensyariatkan bahwasanya orang yang ingin berutang hendaklah benar-benar karena terpaksa. Sebab menurut Rasulullah SAW.adab utang piutang dalam islam

Bahkan beliau pernah menolak menshalatkan jenazah seseorang yang diketahui masih meninggalkan utang dan tidak meninggalkan harta untuk membayarnya. Rasulullah bersabda, “Akan diampuni orang yang mati syahid semua dosanya, kecuali utangnya.” (Riwayat Muslim).

Berikut adab utang piutang dalam Islam yang wajib kita ketahui

1. Selalu Mencatat Utang Piutang

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian melakukan hutang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kalian menuliskannya..” (QS Al Baqarah 282)

2. Harus Selalu Mempunyai Niat Untuk Melunasi Hutang

“Siapa saja yang berhutang, sedang ia berniat tidak melunasi hutangnya, maka ia akan bertemu Allah sebagai seorang pencuri..” (HR Ibnu Majah)

3. Menyegerakan Membayar Hutang Dengan Tidak Menunda Nunda

“Menunda-nunda (pembayaran hutang) bagi orang yang mampu adalah kedzaliman..” (HR Bukhari dan Muslim)

4. Selalu Berusaha Untuk Segera Mungkin Membayar Sebelum Ditagih

“Sebaik-baik orang adalah yang paling baik dalam pembayaran hutang..” (HR Bukhari dan Abu Daud)

5. Tidak Boleh Mempersulit dan Banyak Alasan Dalam Membayar Hutang

“Allah ‘Azza wa jalla akan memasukkan ke dalam surga orang yang mudah ketika membeli, menjual, dan melunasi hutang..” (HR Ahmad, an-Nasa’i, dan Ibnu Majah)

6. Jangan Pernah Meremenhakan Hutang Walaupun Hanya Sedikit

“Ruh seorang mukmin itu tergantung kepada hutangnya hingga hutangnya dibayarkan..” (HR Ahmad, at-Tirmidzi, ad-Darimi, dan Ibnu Majah)

7. Harus Jujur Dan Tidak Boleh Membohongi Pada Pihak Yang Menghutangi

“Sesungguhnya, apabila seseorang berhutang, maka bila berbicara ia akan dusta dan bila berjanji ia akan ingkari..” (HR Bukhari dan Muslim)

8. Jangan Pernah Berjanji Jika Tidak Mampu Memenuhinya

“… Dan penuhilah janji karena janji itu pasti dimintai pertanggungjawaban..” (QS. Al Israa’ : 34)

9. Untuk Selalu  Mendoakan Orang Yang Telah Menghutangi

“Barangsiapa telah berbuat kebaikan kepadamu, balaslah kebaikannya itu. Jika engkau tidak mendapati apa yang dapat membalas kebaikannya itu, maka berdoalah untuknya hingga engkau menganggap bahwa engkau benar-benar telah membalas kebaikannya..” (HR Ahmad dan Abu Dawud).

Semoga Allah SWT menjauhkan kita semua dari utang, dan bagi yang masih mempunyai utang semoga Allah SWT memberikan kita kemampuan dan kesempatan untuk segera dapat melunasinya.

Semoga ulasan adab utang piutang dalam Islam dapat berguna bagi kita semua

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>